Bansos Tumpang Tindih, Mensos: Selanjutnya Pakai Data Baru dan Usulan RT

30

Jakarta – 

Menteri Sosial Juliari P Batubara mengapresiasi warga yang mau gotong royong berbagi bansos, terutama buat mereka yang tidak terdata dan tidak mendapat bantuan. Hal itu diucapkannya saat menyalurkan bantuan sembako di Cipete, Jakarta Selatan.

“Di sini kita men-drop 395 bansos sembako untuk warga di RT 12/RW 01. Sepakat di lapangan agar fleksibel dan tidak melulu nama yang terdata dapat bantuan. Saya tanya kalau berbagi dengan tetangga yang tidak dapat, mereka jawab rata-rata mau berbagi,” ujar Juliari dalam keterangan tertulis, Selasa (5/5/2020).

Juliari mengatakan warga penerima bisa paham dengan situasi saat ini yang sama-sama kesulitan dengan segala terbatas sehingga dipastikan ada yang dapat dan juga tidak mendapatkan bansos sembako.

“Untuk menyiasati jumlah terbatas dan bisa dinikmati lebih menjadikan yang terdata namanya menjadi prioritas, agar bisa berbagai dengan warga yang di luar hasil pendataan karena ada warga-warga yang membutuhkan bansos,” kata Juliari.

Diungkapkannya, kemarin ada rapat dengan para gubernur di wilayah yang berbatasan dengan ibu kota. Hadir pula Gubernur DKI Jakarta dan diakui bahwa data penerima untuk bansos sembako presiden sama dengan bansos dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

“Pak Gubernur Anies mengakui data penerima sama persis yang dipakai bansos sembako presiden dengan bansos dari DKI Jakarta. Padahal kesepakatan awal data penerima bansos sembako dan bansos dari Pemprov DKI itu penerimanya beda,” tandasnya.

Lebih lanjut Juliari mengatakan di level grassroot ada semangat gotong royong dan berbagi karena yang kena dari dampak pandemi COVID-19 itu jutaan warga. Sementara bansos yang tersedia jumlahnya terbatas.

“Saya sudah keliling sebelum di titik yang ke-14 ini dan bertanya kepada warga yang menerima bantuan agar mau berbagi dan gotong royong dan mereka bersedia serta berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Jadi kepada lurah dan camat agar mengajak warganya saling berbagi tanpa harus gontok-gontokan soal data,” ujar Juliari.

Laman: 1 2

Promot Content

You might also like
close