Heboh! Corona Belum Usai Ada Virus Baru, Tikus Penyebabnya?

488

Di tengah situasi pandemi Covid-19, ada nama virus lain yang mencuat ke muka publik. Virus tersebut bernama Hantavirus.

Warga Twitter dihebohkan dengan salah satu unggahan di akun @globaltimesnews pada Senin (23/3/2020) lalu. Dikabarkan seorang warga Provinsi Yunnan terjangkit Hantavirus dan meninggal dalam perjalanan menuju Provinsi Shandong naik bus sewaan.

Bagi Anda yang masih asing dengan Hantavirus mungkin bakal mendelik panik dan cemas. Pandemi belum teratasi, sudah muncul virus baru lagi? Duh, bagaimana, dong? Tenang, tak perlu panik. Faktanya, Hantavirus bukanlah jenis virus yang baru ditemukan di dunia ini.

The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memaparkan, Hantavirus merupakan keluarga virus yang umumnya disebarkan oleh hewan pengerat, terutama tikus.

Sekitar 27 tahun silam, Hantavirus dikatakan pernah menjangkiti beberapa orang di Amerika Serikat di wilayah Arizona, New Mexico, Colorado, dan Utah. Pada insiden Mei 1993, seorang lelaki mengalami sesak napas akut hingga meninggal. Sumber lain menyebut kasus serupa pernah terjadi pada tahun 1950-an.

Lebih jauh lagi, laporan penelitian Hantavirus pada situs Infeksi Emerging Kemenkes RI menyebutkan kasus Hantavirus juga ditemukan di Indonesia. Tepatnya di Serang, Banten, pada 2009, dan di Kepulauan Seribu, Jakarta, pada 2013. Tikus rumahan diduga kuat menularkan virus ini.

Penyakit yang disebabkan oleh Hantavirus dikenal dengan nama Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS). Tikus terinfeksi Hantavirus menularkan penyakitnya ketika seseorang menyentuh sesuatu yang terkontaminasi dengan urin, kotoran, atau air liur tikus, kemudian menyentuh hidung atau mulut mereka.

Virus ini juga dapat ditularkan melalui partikel urin, kotoran, atau air liur yang tersebar di udara dan tak sengaja terhirup.

Hantavirus memiliki masa inkubasi selama 2-8 pekan. Penderita akan mengalami gejala awal, antara lain demam, kelelahan, sakit kepala, mual, muntah, hingga diare. Gejala lainnya adalah nyeri otot besar, seperti paha, pinggang, punggung, dan bahu.

Laman: 1 2

Promot Content

You might also like
close