PSBB Hari Kesembilan, Tren COVID-19 di Surabaya Raya Masih Naik

20

PSBB Surabaya Raya sudah sembilan hari digelar. Namun tren penurunan kasus Corona belum tampak.

Dari data hari ini, penambahan kasus positif Corona di Surabaya ada 17 pasien. Jumlah pasien COVID-19 di Surabaya mencapai 586. Sedangkan di Sidoarjo ada tambahan 11 pasien, total pasien Corona mencapai 140.

Sementara di Gresik, hari ini ada tambahan 6 pasien. Total kasus positif menjadi 36 orang.


Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di Jatim dr Joni Wahyuadi mengakui, grafis di setiap daerah PSBB belum menunjukkan penurunan. Joni menyebut, justru trennya setiap hari kian naik.

“Tentang kasus confirm, kalau kita lihat grafisnya di setiap daerah yang dilakukan PSBB memang belum menggembirakan. Tapi kasus COVID-19 ini (datanya) karena laporan dari Kementerian Kesehatan beberapa hari sebelumnya, cuma memang trennya masih naik di tiga-tiganya,” papar Joni di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (6/5/2020).

Joni menilai, kenaikan di tiga daerah yang menerapkan PSBB ini tak main-main dan perlu perhatian. Dia menambahkan, untuk pasien dalam pengawasan (PDP) juga mengalami kenaikan.

“Tren untuk PDP yang menjalani perawatan kita lihat tidak terlalu menggembirakan. Khususnya untuk Surabaya yang masih naik. Tetapi untuk Sidoarjo dan Gresik penambahan pasien yang dirawat dari PDP alhamdulillah mulai melandai. Namun, kita harus berupaya maksimal untuk Surabaya karena trennya masih naik,” imbuhnya.

Sedangkan untuk tren penambahan kasus orang dalam pemantauan (ODP), Joni menilai trennya menurun. Namun hal inilah yang justru perlu diwaspadai.

“Ini sebetulnya kita harus lebih waspada kalau PDP-nya naik tapi ODP-nya turun, itu sejatinya harus kita analisis lebih dalam,” lanjutnya.


Menurut Joni, dalam menangani COVID-19 ini ada 4 prinsip yang harus dijalankan. Pertama test, kedua treat, ketiga isolation, dan keempat tracing.

Selain itu upaya physical distancing sebagai bentuk pencegahan penularan Corona juga harus selalu digalakkan.

“Harapannya dengan penurunan traffic, kerumunan turun, kegiatan di luar turun, jumlah orang di dalam pengawasan, dalam perawatan dan confirm turun. Tapi kelihatannya tidak demikian fenomenanya dari tiga daerah yang lakukan PSBB. Ini mungkin perlu upaya yang lebih agresif,” pungkasnya.

Sumber: detik

Promot Content

You might also like
close