PSBB Surabaya Raya Berakhir, Risma: Ini Lebih Berat, Kita Tidak Boleh Lengah dan Sembrono

23

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta warganya lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan setelah PSBB berakhir.”Kalau kemarin banyak yang mengeluh ke saya ingin kehidupan normal, tapi dengan protokol kesehatan ketat. Ayo kita lakukan. Kita harus jaga kepercayaan itu dan tidak boleh sembrono,” kata Risma saat menggelar jumpa pers di rumah dinasnya, seperti dikutip Antara, Senin (8/6/2020) malam.Keputusan tak memperpanjang PSBB disepakati tiga kepala daerah di Surabaya Raya dalam rapat evaluasi di Gedung Negara Grahadi.Risma bersyukur PSBB Surabaya tak diperpanjang.Baca juga: Usul PSBB Tak Diperpanjang, Risma: Saya Mohon Bu, Banyak Warga Mengeluh Susah Cari NafkahIa berterima kasih kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan pejabat di Pemerintah Provinsi Jawa Timur karena telah percaya kepada dirinya dan warga Surabaya.

Ia meminta warga Kota Surabaya menjaga kepercayaan yang diberikan itu. Masyarakat tak boleh ceroboh dalam mencegah penyebaran Covid-19.

Wali Kota Surabaya itu juga meminta pihak hotel, restoran, mal, pertokoan, dan pasar untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Semua elemen masyarakat di Surabaya, kata dia, harus membuktikan diri dengan menghormati dan menaati protokol kesehatan yang dibuat pemerintah.

“Ini justru malah lebih berat karena di pundak kita terdapat kepercayaan, ayo kita jaga. Tidak boleh lengah dan sembrono,” ujarnya.

Risma mengingatkan, warga Surabaya tak boleh berpikir telah lepas dan bebas dari ancaman pandemi virus corona baru atau Covid-19.

Pandemi Covid-19, kata Risma, belum selesai. Masih banyak warga Surabaya yang dirawat di rumah sakit.

Tim medis, kata dia, juga masih berjuang di garis depan menyembuhkan pasien yang terinfeksi Covid-19.

Risma tak ingin kasus positif Covid-19 melonjak karena warga Surabaya tak disiplin setelah PSBB berakhir.

Laman: 1 2

Promot Content

You might also like
close